Mendidik Selaras Fitrah #2

Mendidik Selaras Fitrah #2. Sesungguhnya masa mendidik anak kita tidaklah lama. Itu hanya berlangsung sampai usia AqilBaligh (kedewasaan, usia 14 -15 tahun). Sebuah masa yg singkat, masa yg cuma seperempat dari usia kita – orangtuanya – jika Allah berikan jatah 60 tahun.

Padahal anak-anak dan keturunan yang sholeh akan menjamin kebahagiaan akhirat kita dalam masa yang tiada berbatas. Lalu mengapa amanah terindah ini kita sia siakan dengan mengirim mereka ke lembaga, ke asrama, ke sekolahsebelum masa aqilbaligh (kedewasaan) mereka tiba.

Jika demikian, lalu apa yang ada dalam benak kita tentang amanah terindah dan kesempatan untuk kekal bahagia di akhirat nanti?Jika demikian, lalu apa yg kita akan jawab di hadapan Allah swt tentang pendidikan mereka? Apakah lembaga, asrama dan sekolah akan dimintai tanggungjawab di akhirat kelak?

Jika demikian masihkah kita berharap surga dari doa-doa anak kita, padahal mereka dititipkan pada pihak ketiga yang tdk dimintai tanggungjawab sedikitpun dan diragukan doanya dikabulkan?

Bukankah ketika usia mereka dititipkan itu masih menjadi tanggungjawab kita?

Bukankah doa yg dipanjatkan oleh orang-orang seiman yg bertalian darah akan lebih diterima Allah swt?

Setiap yang beriman pada AlQuran pasti tahu jawabannya. Bahkan memelihara anak yatim pun sebaiknya dalam dekapan keluarga yg utuh bukan cuma disantuni, apalagi anak kandung yg jelas menjadi tanggungjawab penuh kedua orangtuanya.

Lihatlah wajah teduh anak-anak kita ketika mereka terlelap, beberapa tahun ke depan wajah-wajah ini akan berubah menjadi wajah orang dewasa yang setara dengan kita, lalu kita tidak punya lagi kesempatan memperbaiki karakter yg sudah terbentuk, apalagi menyempurnakan akhlak mereka.

Lalu apa yg kita jawab dihadapan Allah swt atas karakter yang sudah terbentuk tadi? Apakah kita mampu berlepas tangan dari tanggungjawab kita di akhirat?

Ayah ibu, mari kita didik anak-anak kita dengan tangan, hati, mata, telinga, lisan kita sendiri. Membangun Home Education bukanlah pilihan, namun kewajiban setiap orangtua yang beriman, itu tidak memerlukan penjelasan dan pembuktian lagi.

Pada dasarnya anak-anak kita akan hidup lebih lama dari kita, walau bisa saja mereka mendahului kita dipanggil Sang Khalik (Allah). Dalam menjalani masa depannya nanti – yang tanpa kehadiran kita – anak-anak kita akan mengenang kita.

Anak-anak kita memerlukan kenangan yang memunculkan kesan dan imaji yg baik, positif, tulus, penuh cinta dan utuh tentang masa lalu mereka bersama kedua orangtuanya, itu semua agar mereka kuat menghadapi masa sendiri ketika mereka kelak dewasa.

Dan itu hanya diperoleh pada masa yang singkat 15 tahun pertama dalam kehidupannya, yang diberikan oleh orangtuanya dengan tulus dan ikhlas yang tak tergantikan oleh siapapun.

Ref: Sekolahpermata.com | Millenia Learning Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *