Mendidik Selaras Fitrah #3

Mendidik Selaras Fitrah #3. Sesungguhnya tidak ada seorangpun anak yngg berdoa dan berharap lahir ke dunia dalam keadaan nakal dan jahat.

Jika sempat lihatlah wajah-wajah bengis mengerikan anak dan remaja yang tawuran, atau perhatikan wajah sayu dan tatapan kosong anak-anak depresi dan korban narkoba, atau jenguk jiwa-jiwa remaja galau melalui mata bingung dan frustasi mereka dibalik tawa dan canda yang tak bermakna.

Maka jujurlah apakah mereka mau ditakdirkan demikian? Maka jujurlah apakah Allah menghendaki keburukan bagi hamba Allah? Maka jujurlah, apakah itu dosa mereka sehingga mereka demikian?

Sesungguhnya mereka adalah korban kelalaian kita para orangtua, mereka korban obsesi dan kesembronoan yg merusak fitrah baik mereka. Ingatlah bahwa mereka dahulu adalah bayi-bayi mungil yang lucu, suka senyum, tawa dan tangisnya meluluhkan hati siapapun. Lalu bagaimana bisa di kemudian hari bayi-bayi ini menjadi beringas, nakal dan jahat?

Sesungguhnya setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah. Sesungguhnya juga bahwa Allah tidak akan merubah semua fitrah baik yang ada dalam diri mereka sampai lingkungan, sistem pendidikan, dan orangtua berbuat gegabah “sok tahu” merubahnya sehingga terluka, tersimpangkan, atau terpendam selamanya.

Anak-anak kita bukanlah kertas putih yang bisa kita jejali dengan tulisan sebanyaknya dan semaunya, bukan! Anak-anak kita adalah mutiara terpendam yang mesti disucikan dan disadarkan akan keindahan keunikan mutiara yang mereka ditakdirkan Allah untuk memilikinya. Mutiara yang tidak perlu diasah, hanya perlu diletakkan pada tempat yang sesuai dan terang agar cahayanya berkilau sempurna. Berbaik sangkalah kepada Allah.

Jangan gegabah menjejali mutiara ini dengan beragam zat imitasi dengan maksud agar semakin indah. Tidak perlu. Mutiara ini hanya perlu ditemani, disentuh dengan cinta yang tulus, dan diletakkan pada tempat dan sudut yang tepat sehingga cahayanya berpendar pendar indah menebar manfaat rahmat menyelimuti dunia. Cahayanya menjadi penyejuk mata kita, sebagaimana doa kita tentang keturunan yg baik.

Maka, yakinlah bahwa mutiara akan bertambah indah bila berkumpul dengan mutiara. Mutiara akan tenggelam dalam lumpur hitam yg pekat. Yakinlah ruh yang baik akan merapat berderet-deret menuju kemuliaannya. Maka perbaikilah fitrah kita wahai orangtua, sucikanlah fitrah kita sebelum kita mensucikan fitrah anak kita melalui pendidikan.

Sesungguhnya apa yg keluar dari fitrah yang baik akan diterima oleh fitrah yg baik. Apa yg keluar dari hati yang bersih dan damai maka akan tiba di hamparan hijau hati yang bersih dan damai. Apa yang hanya dari mulut semata, maka akan berhenti di telinga saja.

Mari kita renungkan, siapakah di muka bumi makhluk yang paling ridha mensucikan diri demi anak kita? Saya yakin anda bisa jujur menjawabnya.

Ref: Sekolahpermata.com | Millenia Learning Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *