Serunya jalan-jalan ke giant

Ada yang beda deh hari ini dengan guru-guru Center Permata, semua memakai seragam kaos biru! Ternyata, hari ini beberapa murid center mau shoping shoping ke giant, naik mobil Inklusi. Namun, sembari menunggu mobil dating, kita berlatih senam dulu yuk..

Alhamdulillah…mobil jemputan datang tepat setelah senam selesai dilakukan. Anak-anak berbaris rapi, sabar mengantri masuk mobil yang siap menanti.

Sesampainya di Giant, Khanza tertawa girang sambil menunjuk keluar. Memasuki Giant, anak-anak mulai heboh. “‘Kentang… kentang..!” teriak Atha sambil menunjuk ke arah GFC. Sementara Reza, sambil melompat-lompat terus bilang, “Kereta… kereta…!”. Berbeda dengan Nathan yang asyik bercerita sendiri. Sedangkan Habibi dan Andre tampak tertib mengikuti langkah ibu guru yang mendampingi.

Saat berkeliling area Giant, terdapat seorang petugas yang menemani. Di Setiap counter barang yang dilewati, pemandu menjelaskan barang-barang apa saja yang di display di rak. Guru pembimbing mengarahkan anak-anak untuk mengidentifikasi barang-barang yang dimaksud. Selain nama barangnya, anak-anak juga belajar mengidentifikasi apa kegunaan, warna yang ada dalam kemasan atau bentuk dari barang tersebut. Untuk anak yang sudah mengenal simbol huruf, seperti Nathan, guru mengarahkannya untuk membaca tulisan yang ada dalam kemasan. Melewati counter makanan ringan, beberapa anak menjadi heboh karena ingin mengambil snack yang di display. Alhamdulillah, tidak sampai lepas kendali. Guru pembimbing sigap mengatasi anak-anak pun kembali berbaris tertib dan rapi.

Selama berkeliling Reza tetap merengek minta kereta sambil menarik tangan bu Djanti. Atha yang dari awal minta kentang, ketika melewati freezer food frozen langsung membukanya dan mengambil kentang french fries. Bu Djanti dengan tegas meminta Atha untuk mengembalikan kentangnya, karena kegiatan tournya belum selesai. Alhamdulillah, tanpa penolakan Atha pun mengembalikan kentang french friesnya. Di counter buah dan sayur, anak-anak lebih tertarik melihat ikan yang masih hidup di dalam tabung air, daripada melihat aneka buah dan sayur.

Tour Giant diakhiri dengan acara shoping-shoping. Berbekal uang Rp 20.000, anak-anak pun siap berbelanja, tapi yang dibeli tidak boleh sembarangan. Guru lebih mengarahkan anak-anak untuk membeli buah atau sayur, khususnya anak yang menjalankan diet khusus. Setelah buah dan sayur ditimbang dan diberi label harga, anak-anak membawa barang belanjaannya ke kasir dan mengantri.

Kantong belanja pun telah berada di tangan masing-masing. Di akhir kegiatan berbelanja, adik-adik mendapatkan hadiah balon dari pihak Giant. Wah.. senang sekali rasanya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *