Setiap Anak Berbeda Meski Lahir dari Rahim yang Sama

Setiap Anak Berbeda Meski Lahir dari Rahim yang Sama. Apabila anda mempunyai lebih dari satu anak, jadi cermatilah baik baik, bahwa meskipun mereka pernah ada dalam rahim yang sama, bapak ibu yang sama, lahir dirumah sakit yang sama, bahkan juga lahir kembar sama sama dstnya, tetapi mereka sebenarnya takkan pernah sama, mereka mempunyai kekhasan serta kekhasan masing2 yg tidak sama. Tidak cuma ciri fisik tetapi juga karakter bawaannya masing masing.

Hingga kapanpun seseorang kakak akan tidak pernah jadi adiknya, serta seseorang adik tak pernah jadi kakaknya. Anak kita akan tidak pernah jadi versus ke-2 dari orang lain terkecuali bila kita memaksanya sekian dengan membuatnya menanggung derita lantaran memungkiri jatidirinya.

Ingatlah kalau seorang akan tidak jadi optimal bila dipaksa jadi atau melakukan suatu hal yang bukanlah dianya. Alangkah bodohnya memohon kuda jadi ikan, menyuruh ikan jadi burung, memaksa burung jadi kuda. Apakah kita pernah memanjatkan doa doa supaya anak kita jadi seperti anak orang lain?

Bukanlah Allah Yang Maha Mendengar, tak sudi mengabulkan doa2 kita, lantaran apa yang terjadi bila kuda didoakan supaya jadi ikan, jadi bakal lahir makhluk aneh (bukanlah unik) yang bukanlah hebat bahkan juga jadi mengerikan atau menggelikan.

Ketahuilah kalau sebenarnya tiap-tiap anak itu unik. Jadi, jangan sampai pernah memaksa anak anak kita utk mengikuti orang lain, menyuruh mereka seperti anak tetangga, menceramahi sehari-hari kehebatan anak orang lain. Maksud berbuat obsesif demikian apa ya?

Apakah kita yg membuat anak kita hingga kita ketahui anak kita mesti jadi apa nantinya? Tidakkah Allah yang membuat mereka, bahkan juga kita tak pernah tahu maksud khusus penciptaan anak kita, apa misi khusus anak2 kita di muka bumi? Pekerjaan kita hanya temani mereka dalam temukan, mengerti serta melindungi fitrah nya, termasuk juga fitrah bakat atau potensi uniknya.

Karenanya, sejatinya memanglah tak ada 1 kurikulum pun pas untuk semuanya sekolah bahkan juga pas untuk kebanyakan orang.

Tiap-tiap unit pendidikan bahkan juga harus miliki kurikulum khas unitpendidikan itu bukanlah kurikulum nasional terlebih yang hanya sebatas basa basi mulok (muatan lokal). Tiap-tiap anak bahkan juga membutuhkan personalized education berkaitan potensi serta character unik dan ” curriculum ” vitae-nya masing masing.

Ketahuilah kalau tak ada satu obat ajaib (one magic medicine) untuk semuanya type penyakit, bahkan juga tak ada satu komposisi gizi yg pas utk kebanyakan orang. Siapa saja yang coba mendikte bakal jadi dikator. Begitu jeniusnya KHD yang meletakkan negara cuma pendorong, sebagai Tut Wuri Handayani serta memainkan peran Guru sebagai pamong.

Begitu bijaknya Rasulullah SAW yg tidak meninggalkan kurikulum untuk kebanyakan orang, namun cukup bikin tips untuk tiap-tiap orang supaya menyesuaikan tips itu dengan potensi serta ciri-ciri unik dianya masing masing dalam rencana memuliakan serta menyempurnakan akhlaknya.

Jadi sebenarnya apa yang ingin diperbaiki atas kurikulum pendidikan nasional, terkecuali meninggalkannya lantas bikin kurikulum personal sendiri utk anak-anak kita sendiri yg tidak sama dari anak lain? Lantaran tiap-tiap anak yaitu demikian istimewa.

Ref: Sekolahpermata.com | Millenia Learning Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *