Video Terjemahan Do Schools Kill Creativity

Video Terjemahan Do Schools Kill Creativity. Inilah video fenomenal yang paling aku suka. Video ini sudah dilihat oleh lebih dari 38 juta pasang mata! Luar biasa bagi sebuah video yang berbicara tentang pendidikan.

ken-robinson-how-schools-kill-creativity-banner_grande
Sir Ken Robinson – Do Schools Kill Creativity

Video yang biasanya memiliki jumlah penonton hingga jutaan pastilah video tentang hal-hal ringan semacam gosip, misteri, politik, artis dan hal-hal lainnya. Tapi video tentang pendidikan? Bisa tembus 1000 penonton saja sudah hebat.

Tetapi video Sir Ken Robinson yang berbicara tentang “Do Schools Kill Creativity” memang beda. Sangat mudah dicerna dan tepat sasaran dalam mengupas persoalan pendidikan. Meskipun yang dia bahas adalah pendidikan di Amerika, tetapi uraiannya sangat relevan dengan kondisi pendidikan di Indonesia.

Yuk, kita simak materinya apa yang menjadi daya tarik sehingga video ini ditonton oleh 38.303.898 penonton! Jangan khawatir, di bagian bawah video aku sertakan terjemahannya.

Selamat menikmati …

Terjemahan isi video:

Selamat pagi. Apa kabar? Semuanya hebat, bukan? Saya sangat terpukau dengan acara ini seluruhnya. Sebenarnya, saya akan pergi (Tawa) Ada tiga tema, ya nggak, selama konferensi ini, yang berhubungan dengan apa yang ingin saya katakan Pertama adalah bukti luar biasa dari kreativitas manusia di semua presentasi yang telah kita saksikan dan di semua orang di sini. Hanya variasinya dan jangkauannya. Kedua adalah kita diletakkan pada suatu tempat di mana kita tidak memiliki ide apa yang akan terjadi di masa depan. Tidak memiliki ide bagaimana hal ini dapat dilakukan.

Saya memiliki ketertarikan akan pendidikan — sebenarnya, saya menemukan bahwa semua orang memiliki ketertarikan akan pendidikan Anda juga kan? Saya menemukan hal ini sangat menarik. Jika anda menghadiri pesta makan malam, dan anda berkata anda bekerja di bidang pendidikan — sebenarnya, anda akan jarang berada di pesta makan malam, sesungguhnya, jika anda bekerja di bidang pendidikan. (Tawa) Anda tidak pernah diundang. Dan anda tidak pernah bertanya kenapa, anehnya. Hal itu aneh bagi saya. Tapi bila anda diundang, dan anda berbicara dengan seseorang anda tahu, mereka berkata, “Apa yang anda lakukan?” dan anda berkata anda bekerja di bidang pendidikan, anda dapat melihat muka mereka memucat. Mereka seakan berpikir, “Ya Tuhan,” anda tahu, “Kenapa saya? Satu-satunya malam di sepanjang minggu dimana saya keluar.” (Tawa) Tetapi bila anda bertanya mengenai pendidikan mereka, mereka akanmenyudutkan anda. Karena pendidikan adalah salah satu dari beberapa hal yang tertanam sangat dalam bagi orang-orang, benar? Seperti agama, dan uang dan hal-hal lain. Saya memiliki ketertarikan besar akan pendidikan, dan saya pikir kita semua demikian. Kita memiliki ketertarikan yang sangat besar di sana, sebagian karena pendidikan bertujuan untuk membawa kita menuju masa depan yang tidak dapat kita pegang. Jika anda berpikir, anak-anak yang memulai sekolah tahun ini akan pensiun tahun 2065. Tidak seorang pun memiliki petunjuk — walaupun dengan segala keahlian yang telah ditunjukkan selama empat hari terakhir ini — seperti apa dunia akan terlihat dalam waktu lima tahun. Dan kita bertujuan mengajarkan mereka untuk masa depan. Jadi tingkat ketidakpastiannya, saya pikir, sangatlah luar biasa.

Dan bagian ketiga dari semua ini adalah kita semua setuju, semuanya, pada kapasitas sangat luar biasa yang anak-anak miliki — kapasitas mereka berinovasi. Saya maksud, kemarin malam Sirena merupakan keajaiban, ya bukan? Melihat yang dapat dia lakukan. Dan dia luar biasa, tetapi saya pikir dia tidak, sebenarnya, luar biasa di dalam masa anak-anak keseluruhan. Yang anda dapatkan di sini adalah seseorang yang memiliki dedikasi luar biasa yang menemukan bakatnya. Dan anggapan saya adalah, semua anak-anak memiliki bakat yang sangat besar. Dan kita menyia-nyiakan mereka, semena-mena. Jadi saya ingin berbicara mengenai pendidikan dan saya ingin berbicara mengenai kreativitas. Anggapan saya adalah kreativitas sekarang memiliki kepentingan yang sama dengan kemampuan bahasa dalam pendidikan, dan kita harus memperlakukannya dengan status yang sama. (Tepuk tangan) Terima kasih. Hanya itu saja, sebenarnya. Terima kasih banyak (Tawa) Jadi, masih ada 15 menit lagi. Saya lahir — bukan. (Tawa)

Selanjutnya, Klik Page 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *