Sekolah Permata Probolinggo, Mendidik Selaras Fitrah

[5] Kelima, mengapa program harus khas untuk tiap anak?
*
Tentu karena tiap anak itu unik dan khas, “very special limited edition”. Ingatlah bahwa, perlakuan yang sama belum tentu direspon sama oleh kakak dan adik. Sampai kapanpun kakak tidak mungkin menjadi adik dan adik tidak akan pernah menjadi kakak.
*
Karenanya setiap program yang dibuat semestinya relevan dengan keunikan anak dan keunikan keluarga di rumah, jika memungkinkan juga relevan dengan keunikan lokal, sosial dan alam setempat. Para orangtua sebaiknya memiliki kemampuan membuat portfolio dan program. Kami menyebutnya *bukuortu*.
*
[6] Keenam, mengapa harus sesuai tahap perkembangan?
*
Tahapan ini kami menyebutnya fitrah perkembangan atau sunnatulah pertumbuhan manusia. Ini sangat penting dan tidak boleh gegabah ditabrak, ibarat menanam tumbuhan maka harus sesuai tahapan dan keperluan tumbuhan. Terlalu banyak air dan nutrisi bisa membuat akar membusuk, salah menempatkan akar pada lahan yang sesuai juga akan membuat gagal berbuah begitupula kelembaban dan temperatur harus sesuai untuk tiap tahap.
*
Kami membaginya menjadi 0-2 tahun, 2-7 tahun, 7-10 tahun, 10-14 tahun dan di atas 15 tahun . Tiap tahap untuk tiap fitrah memiliki fokus dan metode berbeda. Ini semua telah tuangkan dalam framework pendidikan berbasis fitrah Sekolah Islam Terpadu PERMATA.
*
[7] Ketujuh, lalu apakah tujuan akhir dari proses pendidikan berbasis fitrah ini?
*
Tujuan umumnya adalah memastikan bahwa fitrah anak anak kita “right on place” dan tumbuh subur selama mereka menjalani pendidikan.
*
Tujuan akhir dari proses pendidikan berbasis fitrah adalah agar fitrah anak anak kita berbunga dan berbuah indah, sehingga mampu memikul beban syariah, mampu inovasi melestarikan dan memakmurkan bumi serta memiliki peran peradaban spesifik, tepat ketika mereka memasuki usia aqilbaligh di usia 14-16 tahun.
SDIT Permata - Probolinggo, Jawa Timur
SDIT Permata – Probolinggo, Jawa Timur
*
Kemampuan memikul beban syariah bukan hanya kemampuan menjalankan ibadah shalat dan shaum dengan baik, tetapi juga, khsusnya untuk anak lelaki adalah kemampuan membayar zakat, memberi nafkah dan berjihad. Anak anak yang telah eksis, memiliki peran peradaban yang jelas, bergairah belajar dan bernalar, selalu berkeinginan menebar rahmat dan manfaat bagi sekitarnya dengan karya dan akhlaknya, maka akan jauh dari berbagai penyimpangan dan perbuatan mubazir yang tidak perlu.
*
Inilah pentingnya aqil dan baligh dicapai bersamaan oleh proses pendidikan Islam atau pendidikan berbasis fitrah dan akhlak. Kesimpulannya adalah:
*
Setelah itu tercapai maka selesailah tugas kita mendidik fitrah anak anak kita, maka tuntaslah amanah merawat dan membangkitkan fitrah mereka.
*
Itu karena ketika aqilbaligh, anak anak kita telah menjadi pemuda “tulen” yang memiliki peran peradaban yang spesifik yang menebar rahmat dan manfaat atas fitrah bakatnya, memiliki kemampuan inovasi yang membuat bumi semakin hijau dan damai atas fitrah belajar dan nalarnya, memiliki akhlak mulia yang mencerahkan dan menyelesaikan problematika ummatnya atas fitrah keimanannya.
*
Maka catatlah baik baik bahwa setelah pendidikan fitrah mencapai tujuannya maka kita bisa wafat dengan tenang dan tidak meninggalkan generasi lemah di belakang kita.
*
Maka ingatlah bahwa jangan pernah tinggalkan generasi yang tahu banyak agama namun miskin karya solutif bagi ummat, banyak aktifitas namun tidak punya peran peradaban spesifik yang bermanfaat, banyak ilmu namun berhenti belajar dan sepi inovasi yang membuat manusia makin sejahtera.
*
Cuma ada satu jalan, kembalilah kepada fitrah, lalu hadapkanlah wajahmu kepada ajaran yang lurus, kembalilah kepada pendidikan fitrah agar peradaban manusia kembali menjadi indah penuh manfaat dan rahmat.
*
Salam Pendidikan Peradaban | SekolahPermata.com
Ref: berbagai sumber.